Di Balik Kecerdasan Kaum Yahudi - Edukasi Millenial

Di Balik Kecerdasan Kaum Yahudi



Pelajaran-Pelajaran Wajib untuk Anak Yahudi

https://www.edukasimilleniall.com/2019/06/di-balik-kecerdasan-kaum-yahudi.html
Ayo Belajar dari Pengalaman


Pembinaan anak-anak sejak kecil untuk memunculkan kecerdasan otak keturunan Yahudi juga berlanjut dalam penekanan materi-materi ajar tertentu di sekolah. Penekanan ini juga menjadi rahasia kecerdasan orang-orang Yahudi yang terkadang kita tidak mau melihatnya. Ada beberapa pelajaran yang menjadi fokus penekanan terhadap anak-anak Yahudi di usia dini.

1. Pelajaran Sains.

Anak-anak Yahudi juga diwajibkan belajar sains di usia yang masih relatif dini. Upaya ini juga sebagai jalan untuk mendongkrak kecerdasan seluruh keturunan Yahudi. Dalam mempelajari sains,anak-anak Yahudi diwajibkan untuk membuat produk baru seperti halnya Jepang yang juga mempunyai cara sama. Tetapi tidak semuanya produk baru ada syarat lainnya yaitu paling tidak mempunyai perbedaan dengan macam jenis sebelumnya.

Kebanyakan penekanan pelajaran sains ini diprioritaskan bagi anak-anak Yahudi usia sekolah menengah  (setingkat Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas) dan seterusnya. Namun,pada kenyataannya diusia sekolah dasar mereka juga ditekakankan belajar sains dengan upaya menciptakan produk baru. Jadi,bila kita mengunjungi sekolah-sekolah dasar di kalangan  orang Yahudi,maka kita tidak perlu merasa heran bila melihat anak-anak kecil yang sudah menggeluti proyek yang ditekuni secara teliti dan serius. Banyak hal yang diteliti dan ditekuni dalam pelajaran sains ini, misalnya bahan-bahan yang digunakan untuk peluru,senjata,medis,dan juga teknik. Keseluruhan hasil penilitian itu akan ditindaklanjuti ke jenjang-jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Mereka lebih cenderung berhasil dalam penelitiannya,hal ini karena didukung berbagai pihak seperti pihak pemerintah,kalangan cendekiawan atau akademisi,bahkan dukungan politik.

2. Pelajaran IPA.

Dalam pelajaran sains terdapat pelajaran yang sangat diutamakan oleh orang-orang Yahudi untuk menekankan kecerdasan otak anak-anak mereka yaitu pelajaran IPA. Selain itu orang-orang Yahudi juga memprioritaskan ini karena dianggap sebagai pintu kecerdasan otak anak. Pendapat orang-orang Yahudi ini memang sangat beralasan dan dapat dipertanggungjawabkan.Sebab,anak-anak yang belajar IPA,pada dasarnya mereka sedang berupaya memahami hakikat sebenarnya mengenai alam secara sistematis,sehingga anak-anak Yahudi yang mempelajari IPA tidak hanya berusaha menguasai kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta,konsep-konsep,atau berbagai prinsip-prinsip.

Namun,lebih dari itu,anak-anak kaum Yahudi yang memprioritaskan pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam,sebenarnya juga berusaha melakukan proses penemuan-penemuan baru. Oleh karena itu,pantas saja bila banyak orang Yahudi dari zaman klasik hingga kini mampu menemukan sesuatu yang baru dalam berbagai bidang kehidupan seperti teknologi,kedokteran,fisika,kimia,ekonomi,dan lain sebagainya. Hal itu disebabkan sejak kecil mereka sudah dibiasakan melakukan penemuan baru melalui pelajaran IPA. Untuk merangsang otak anak-anak Yahudi dalam proses penemuan,pemahaman tentang karakteristik IPA semacam ini diiringi dengan penekanan proses pembelajaran mata pelajaran IPA di sekolah-sekolah. Misalnya,sejak usia sekolah dasar,anak-anak Yahudi sudah dilatih dan dibiasakan untuk  selalu meneliti,menelaah,mengevaluasi,dan menganalisa. 


Oleh karena itu,Anda tidak perlu heran jika menjumpai anak-anak Yahudi yang sejak kecil sudah berusaha mempelajari diri sendiri dan alam sekitar,serta mengembangkannya lebih lanjut dalam kehidupan sehari-hari. Sebab,pelajaran IPA di sekolah-sekolah Yahudi sudah dirancang secara khusus untuk menjadi wahana bagi peserta didik di kalangan Yahudi dalam proses berinteraksi dengan alam.

Anak-anak Yahudi juga belajar IPA dengan diiringi teknik yang sempurna,seperti eksperimentasi,eksplorasi,observasi,dll. Faktor yang juga membuat orang-orang Yahudi cerdas adalah mereka belajar IPA dengan cara diskusi,seperti seminar,bedah buku khusus Ilmu Pengetahuan Alam,konferensi atau simposium,studi kepustakaan yang mendukung,mengunjungi suatu objek atau bisa beberapa objek,dan sebagainya. Anak-anak Yahudi yang masih dini sudah dibiasakan dengan kegiatan-kegiatan yang disamakan seperti itu,sehingga bisa memperoleh pengakuan kebenaran temuan yang benar-benar objektif bukan sekedar penilaian subjektif saja.

Orang-orang Yahudi menganggap bahwa belajar tentang IPA adalah proses aktif, bukan pasif. Berbeda halnya dengan di Indonesia,dimana anak-anak sekolah dasar hanya disuguhi teori-teori usang,sehigga peserta didik hanya mampu menghafal teori dan konsep,tidak lebih dari itu. Anak-anak Yahudi justru menganggap IPA pelajaran yang harus diprioritaskan.

3. Pelajaran Olahraga.

Pelajaran ini juga menjadi kewajiban bagi anak-anak Yahudi dalam rangka untuk menunjang kecerdasan otak mereka. Para orang tua di kalangan Yahudi termasuk guru olahraganya mengutamakan beberapa kategori olahraga,misalnya jenis olahraga memanah,menembak,dan berlari bagi anak-anak mereka. Orang-orang Yahudi meyakini bahwa olahraga ketiga tersebut dapat menunjang perkembangan kecerdasan otak anak. Selain itu,secara filosofi,memanah adalah olahraga yang dapat melatih untuk melindungi diri sendiri,keluarga,dan teman. Oleh karena itu,orang-orang Yahudi juga menjadikan olahraga memanah sebagai bagian dari persiapan untuk membela negara Yahudi.

4. Matematika Berbasis Perniagaan.

Bila kita berkunjung ke negara Yahudi seperti Israel,maka Anda akan menjumpai anak-anak Yahudi yang duduk di kelas 1 sampai kelas 6 di tingkat sekolah dasar yang dibimbing secara khusus agar dapat menguasai dan memahami matematika berbasis perniagaan. Orang-orang Yahudi juga meyakini bahwa bila seorang anak pandai dalam pelajaran matematika berbasis perniagaan,maka dapat dipastikan otaknya akan cerdas dan bisa dengan mudah memahami pelajaran-pelajaran yang lainnya tentunya yang tidak kalah sulit. Sebaliknya,bila seorang anak tidak bisa memahami pelajaran matematika berbasis perniagaan,maka besar kemungkinan ia akan sulit memahami pelajaran yang lain. Atau,paling tidak ia akan sulit mengembangkan kecerdasan otaknya. Dengan kata lain,matematika berbasis perniagaan dijadikan sebagai standar dan barometer kecerdasan seorang manusia. Untuk itu,kunci mudahnya pemahaman seorang anak terhadap pelajaran adalah matematika berbasis perniagaan.


Dengan demikian dapat disimpulkan,bagi kalangan Yahudi yang melahirkan anak dan keturunan yang memiliki kecerdasan otak adalah keharusan. Dan sebaliknya,melahirkan keturunan yang bodoh adalah aib bagi mereka. Kenyataannya dengan budaya semacam ini,hampir bisa dikatakan tidak ada anak keturunan Yahudi yang bodoh. Untuk dapat memunculkan kecerdasan keturunan mereka,orang-orang Yahudi bersabar dalam proses,sekalipun melewati beberapa generasi. Untuk itu,kita generasi muda Indonesia harus lebih baik daripada mereka karena kita sudah punya pedoman sendiri untuk memajukan pendidikan kita tetapi yang harus tetap diingat adalah kita juga masih harus belajar dari negara lain karena kekurangan kita saat inilah yang harus segera kita isi. 




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Di Balik Kecerdasan Kaum Yahudi"

Post a Comment