Penyakit Jantung dan Stroke Menjadi Berkurang dengan Liburan - Edukasi Millenial

Penyakit Jantung dan Stroke Menjadi Berkurang dengan Liburan

Risiko Penyakit Jantung dan Stroke Berkurang dengan Melakukan Liburan.

 
penyakit-jantung-dan-stroke-menjadi-berkurang-dengan-liburan
Ayo liburan
Ungkapan umum tentang berlibur adalah hal yang menyenangkan dan terkadang mengartikannya dengan membuang-buang uang secara cuma-cuma tetapi dibalik ungkapan umum tersebut terdapat banyak manfaat terhadap tubuh dengan adanya liburan. Salah satu manfaatnya adalah dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Karena menurut kesehatan liburan (perasaan senang) dapat memicu penurunan risiko gejala metabolisme. Menurut kesehatan Sindrom metabolik atau gejala metabolisme adalah kumpulan faktor risiko penyakit jantung atau kardiovaskular. Untuk itu liburan sangat penting meskipun sederhana sebab jarang liburan sama dengan risiko terkena penyakit kardiovaskular lebih tinggi.

Sebuah penelitian yang dilansir media India juga membuktikan bahwa orang yang sering berlibur dalam 12 bulan terakhir memiliki risiko lebih rendah terkena sindrom metabolik. Dari sini mengartikan bahwa liburan sangat penting bagi semua orang baik pelajar,ibu rumah tangga,dan pekerja. Kriteria berlibur itu sendiri tidak harus yang serba mewah tetapi sederhana juga bisa,kita tidak selalu harus pergi ke luar negeri atau destinasi yang mahal dan mewah. Hal ini dikarenakan arti dari liburan itu sendiri adalah untuk membuat perasaan seseorang menjadi senang dan nyaman.

Untuk itu liburan juga bisa dilakukan dengan sederhana atau seadanya. Liburan sederhana ini seperti memanfaatkan waktu libur akhir pekan dengan menonton pertunjukkan atau bioskop bersama keluarga,teman,dan yang lainnya,bisa juga berjalan-jalan di alun-alun kota. Memang untuk saat ini para peneliti masih belum menemukan apa yang paling bermanfaat liburan bagi kesehatan jantung. Tetapi yang terpenting adalah setiap orang bisa menggunakan waktu liburan dengan hal-hal yang baik. Dan rugi bagi para pekerja yang kebanyakan 40 persen waktunya digunakan untuk bekerja full time sehingga tidak memanfaatkan waktu liburan yang ada.

Seseorang yang menggunakan waktu libur yang sudah tersedia bagi mereka,maka itu akan menjadi manfaat kesehatan yang nyata untuk seseorang itu sendiri. Jadi haruslah kita tetap menjaga waktu kita untuk berlibur khususnya dengan keluarga kita. Mungkin keluarga kita sudah menunggu kapan Anda mau mengajak keluarga untuk berlibur.

Berlibur juga dijadikan peralihan dari pikiran jenuh saat bekerja dengan liburan pikiran menjadi segar kembali. Tetapi perlu diingat terkadang ada orang yang liburan tetapi menambah stres hal ini dikarenakan banyak faktor yang menyebabkannya. Salah satu faktor adalah memilih liburan yang tidak sesuai dengan keinginannya dan biaya untuk liburan itu terlalu mahal untuk dirinya. Untuk itu liburan harus juga disesuaikan dengan isi kantong kita,jangan sampai melebih-lebihkan juga.


Efek Jam Kerja yang Panjang dan Terus menerus
Kebanyakan orang merelakan dirinya untuk kerja lembur untuk mendapatkan penghasilan tambahan,banyak alasan yang melatarbelakangi kerja lembur. Terlepas dari berbagai latar belakang,pekerja sebaiknya memperhatikan jam kerja saat melakukan jam lembur. Karena jam kerja yang panjang dan terus menerus tanpa liburan juga dapat meningkatkan strok.

Dalam kesehatan pekerja yang terbiasa melakukan pekerjaan long hours kurang lebih 10 tahun akan memiliki risiko strok 45 persen lebih besar. Long hours ini diartikan sebagai waktu bekerja yang lebih panjang dari normal. Seseorang dikatakan melakukan pekerjaan ini (long hours) jika bekerja lebih dari 10 jam per hari sebanyak minimal 50 hari per tahun.

Tentunya kurangnya liburan untuk mereka juga semakin memperparah keadaan. Jam kerja yang lama juga cenderung menuntut pekerja untuk duduk lebih lama dan terpapar stres yang lebih besar. Pekerja yang memiliki jam kerja lama cenderung kurang memperhatikan kesehatan kardiovaskular masing-masing. Untuk itu wajib untuk menjaga tekanan darah yang sehat,berat badan sehat,kadar kolesterol sehat,dan lakukan aktivitas fisik yang cukup disertai liburan yang sesuai.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penyakit Jantung dan Stroke Menjadi Berkurang dengan Liburan"

Post a Comment