Empat Kebiasaan Pencegah Lenyapnya Kejiwaan - Edukasi Millenial

Empat Kebiasaan Pencegah Lenyapnya Kejiwaan

httpswww.edukasimilleniall.com201907empat-kebiasaan-pencegah-lenyapnya-kejiwaan.html
Ayo Sehat Kejiwaan

      Pentingnya kekuatan kejiwaan yang dimiliki seseorang harus selalu dipertahankan dan diupayakan untuk selalu diperkuat. Jika kekuatan jiwa lenyap,maka semangat kerja juga akan hilang dan otak pun tidak berfungsi. Dalam beberapa pandangan menyatakan bahwa bila kekuatan jiwa hilang,maka sebenarnya manusia telah mati,meskipun badannya masih hidup. Tentunya semangat spiritual dan lahiriah harus terus seimbang dan terus ditingkatkan. Berikut akan dibahas lima kebiasaan yang bisa diterapkan untuk terus membangkitkan semangat kekuatan jiwa.

1. Pantang Menyerah.
Falsafah dan pandangan orang-orang terdahulu mengatakan bahwa hidup adalah perjuangan yang harus segera dihadapi dengan sukacita. Sebab adanya sebuah perjuangan pasti terdapat hambatan,tantangan,dan pertaruhan yang bisa menguji kebesaran nyali dan kekuatan kejiwaan kita dalam menghadapinya. Oleh karena itu,kita jangan sampai menyerah sampai benar-benar dipastikan sudah mencapai hasil akhir. Tanpa itu semua,kita bisa meyakini diri kita sendiri tidak akan mendapatkan apa-apa,jadi penting sekali untuk mempunyai kekuatan sifat pantang menyerah. Menyerah di sini dapat diartikan sebagai kata pantangan dan terlarang untuk diri kita. Sebab,sikap menyerah dapat disamakan dengan membiarkan diri kita untuk tidak melakukan apapun,berdiam diri saja menunggu keberuntungan. Hal seperti ini tidak menjadi ciri khas orang-orang yang mau merubah hidupnya menjadi semakin maju dan semakin baik lagi.

2. Selalu Konsisten.
Jika kita ingin dijadikan orang yang sangat berpendirian maka kita harus tetap konsisten dalam setiap pendirian kita. Jangan biasakan pendirian yang kita bangun menjadi labil,berubah-ubah sesuai keadaan,itu sangat tidak baik. Sekali mengatakan "ke timur" maka harus melakukannya dengan melangkah ke arah timur dan tidak akan pernah berbelok arah sebelum arah tersebut tercapai. Atas dasar inilah,kita sehausnya tidak mudah kompromi dengan tantangan apapun dan resikonya. Kita juga harus selalu menghindari berbagai alasan yang dapat membat kita lari dari tantangan-tantangan yang mungkin timbul dari setiap tindakan yang kita lakukan. Diri sendiri harus mempunyai pandangan bahwa bila diri sendiri tidak konsisten dan mudah kompromi,maka kekuatan jiwa untuk meraih kesuksesan akan berkurang atau hilang.

3. Menghindari Sifat Lupa.
Keyakinan bahwa lupa akan dapat menghambat profesionalisme kerja,baik karena lupa itu terhadap hal-hal yang bersifat material maupun nonmaterial. Dicontohkan hal-hal yang bersifat material adalah lupa meletakkan kunci rumah,lupa alamat rumah,nama jalan,hari kerja,dan sebagainya. Sedangkan hal-hal yang bersifat nonmaterial seperti,lupa terhadap sifat seseorang yang pernah menyakiti mereka sehingga mengulangi kesalahan kembali,lupa terhadap alasan dan tujuan kerja,lupa terhadap ritual-ritual keagamaan dan lain sebagainya. Dengan menghindari sifat lupa ini,maka kita harus selalu memiliki banyak atau paling tidak cukup motivasi dan kekuatan jiwa. Jika kita sudah melakukan ini,maka bisa dipastikan kita dapat mencapai segala ambisi atau kemauan kita.

4. Tidak Pernah Puas.
Sikap tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah dicapai adalah hal biasa untuk mereka yang ingin selalu berprinsip hidup berkembang atau dinamis. Jika kita menginginkan untuk sukses dalam bidang-bidang kehidupan seperti ekonomi,karier,sosial,dan lain sebagainya maka kebiasaan tidak pernah puas adalah bisa menjadi jawabannya. Bila kita sudah mencapai keinginan yang kita harapkan selain kita harus bersyukur kita harus tetap tidak berhenti di situ karena merasa puas akan lebih baiknya terus berusaha karena ukuran keberhasilan tidak jelas dan berbeda-beda. Pencapaian keberhasilan kita saat ini bisa kita jadikan sebuah jalan untuk meraih pencapaian berikutnya. Dengan karakter yang kita punyai ini ,maka kekuatan jiwa diri akan selalu terjaga dan tidak pernah lenyap meskipun usia akan terus berlanjut dan menjadi tua. Tanamkan karakter untuk selalu berkembang dan ingin tahu kepada hal-hal yang belum diketahui sejak sesorang itu masi kecil atau sejak dini.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Empat Kebiasaan Pencegah Lenyapnya Kejiwaan"

Post a Comment